SAATNYA TAUBAT NASUHA-SEKARANG JUGA!
Kian hari nikmat Allah kian bertambah. Kian hari karunia Allah kian tercurah. Tiada satu detik pun terlewat melainkan rahmat-Nya mengalir diseluruh jiwa dan raga kita. Namun pertanyaannya, sudahkan diri ini bersyukur? Bahkan jika mau jujur, kian hari dosa ini kian bertambah. Kian hari kemasksiatan ini kiat membuncah. Tiada manusia kecuali pernah berbuat salah. Astagfirullah...
Rasulullah SAW bersabda,
Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ - رواه الترمذي
"Semua anak cucu adam (pasti pernah) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah, adalah mereka-mereka yang (mau) bertaubat." (HR.Tirmidzi)
Sebelum semuanya terlambat dan sebelum penyesalan yang menjadi teman sejati.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ يَوْمَ لاَ يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. Attahrim/ 66 : 8)"
Amat merugi seorang yang tidak mau bertaubat:
وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
"Dan barang siapa yang tidak mau bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzolim" (QS. Al-Hujurat/ 49: 11).Taubat nasuha menurut Imam Qurthubi dalam tafsirnya Tafsir Qurtubhi, yaitu Taubat yang:
- الْخَالِصَةُ (murni, tulus, ikhlas untuk mencari keridhaan Allah)
- لا عودة بعدها كمالا يَعُودُ اللَّبَنُ إِلَى الضَّرْعِ (Sama sekali tidak mengulangi dosa tersebut, sebagaimana air susu yang tidak akan kembali ke kantong kelenjarnya.
- الصَّادِقَةُ النَّاصِحَةُ (Membenarkan dan mengikuti setiap nasihat kebaikan)
- أَنْ يُبْغِضَ الذَّنْبَ الَّذِي أَحَبَّهُ وَيَسْتَغْفِرَ مِنْهُ إِذَا ذَكَرَهُ (Membenci perbuatan dosa itu ketika ia ingat sebagaimana dahulu ia senang mengerjakannya.
- Memperbanyak istighfar
- Meningkatkan ilmu dan amal solih (tambahan)"Ya Allah hamba menyesal atas dosa dan maksiat yang telah banyak hamba lakukan. Hamba mohon ampun kepada-Mu duhai Ya Allah."رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ"Ya Allah, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun." (HR. Ahmad)
Bimbinglah hamba, kuatkan hamba dan matikan hamba dalam taubat nasuha yang Engkau ridhoi. Kami ingin bersyukur dan menuai berkah atas rahmat-Mu ini Ya Rabb.
Aamiin Yaa Mujiib
:: Muhammad Abdullah dalam tafakur diri






0 komentar:
Posting Komentar