CINTA TAK TERURAI HANYA DENGAN KATA!
By: Muhammad Abdullah
سبحان الله و الحمد لله ولا إله إلاّ الله و الله
أكبر...
Satu di antara jutaan tanda kebesaran Allah yang tak terhingga di alam semesta ini ialah anugerah “Cinta-Nya” kepada mahluk-Nya di dunia ini.Disematkan-Nya “cinta” itu dalam fitrah setiap mahluk-Nya agar mereka hidup dalam keharmonisan, saling pengertian,pengorbanan dan saling berkasih sayang.
Hal
ini disiratkan dalam sebuah hadis Rasulullahyang diriwayatkan oleh dua Imam
pesohor hadis shahih berikut;
أنَّ
أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ
تِسْعَةً وَتِسْعِينَ وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا فَمِنْ ذَلِكَ
الْجُزْءِ تَتَرَاحَمُ الْخَلَائِقُ حَتَّى تَرْفَعَ الدَّابَّةُ حَافِرَهَا عَنْ
وَلَدِهَا خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ
“Dari
sahabat Rasulullah, Abu Hurairah RA,
"Allah
Ta'ala…”demikian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda“…Menjadikan
rasakasih sayang itu 100 bagian.99 bagiannya disimpan disisi-Nya (dan diberikan
kelak di Surga), sedangkan 1 bagiannya Allah turunkan ke muka bumi.Dengan 1
bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang antar sesamanya, sehingga seekor
hewan mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya."(HR Bukhari 5541-Muslim 4942).
SubhnaAllah,
berita valid (shahih) di atas sungguh mengagumkan.Sekaligus menjadi
motivasi besar bagi kita, agar senantiasa optimis pada rahmat dan kasih sayang
Allah.Tak boleh kecewa, merana apalagi putus asa dari rahmat-Nya. Karena mereka
yang berputus asa dari rahmat Allah amat merugi bahkan dijudge sebagai orang
yang kafir (Yusuf: 87). Na’udzubillah.
Ya,
sungguh Menakjubkan! Ternyata kasih sayang-Nya amat luas dan banyak, berjumlah
100 (bahkan pasti lebih; 100 ini hanya angka agar manusia bisa mendapatkan
gambaran keagungan-Nya).Dari 100 ini, 99
bagiannya Allah tabungkan di akhirat untuk setiap hamba-Nya yang istiqomah
dalam kesolihan. Dan sisanya yang 1 bagian, ditebarkan-Nyasebagai modal cinta
mahluk-Nyadi muka ini.
Coba
bayangkan, jika dengan 1 bagian dari cinta-Nya saja, rasanya sudah sangat indah
dan amat luas cakupannya.Meliputiseluruh hewan, tumbuhan dan manusia.Maka
bagaimana dengan keindahan kasih sayang-Nya yang 99 bagian lagi???(Ya Allah,
jadikanlah kami termasuk hamba2-Mu yang Mendapatkan 99 bagian itu
kelak di Surga-Mu. Aamiin.)
Its
amazing! Meskipun hanya 1 bagian ‘jatah’ Cinta yang
disemaikan Allah di hati mahluk-Nya di muka bumi ini, kita dapati fakta
mencengangkan yang tak bisa ditepis, bahwa pembahasan, diskusi dan kajian tentang
Cinta yang telah dilakukan manusia tak pernah ada habisnya, tak pernah gersanguntuk
diperbincangkan dan sama sekali tak pernah sepi dari peminat. Ya tengok saja,
sudah berapa banyak kejadian, peristiwa, tulisan mulai dari puisi, syair,
cerpen, artikel, essay, jurnal, buku, novel, kajian2 ilmiah, bahkan talkshow,
seminar, dan training-training yang membahas dan berusaha
menguraikan tentang makna “Cinta” ???. Mulai dari penulis amatiran, pemula,
hingga yang ternama, berlomba-lomba untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan
uraian terbaiknya tentang ‘Cinta’.
But….,
until now Uraian ttg Cinta itu, tak pernah ada habisnya dan tak pernah ada
ujungnya… SubhnaAllah sekali ya.
Nah,
barangkali judul tulisan yang digagas oleh penulis di atas merupakan salah satu
kata kunci ketiadaan ujung dari pembahasan tentang ‘Cinta’ ini. Yaitu,“Sejatinya,
Cinta Itu Takkan Terurai Hanya Dengan Kata”. Why???Ya, karena cinta adalah
anugerah Allah yang teramat indahnan luas. Maka keindahan dan keluasannya tak
mungkin terungkap sekedar hanya dengan kata-kata baik verbal maupun non
verbal language.Tapi mestilah disokongdengan sepenuh jiwa raga dan
tindakan nyata. Barulah cinta akan terasa dan terurai dengan sempurna.Hmm,
bahasanya rumit Mas..(Jadi bingung ya???Wong aku juga yang nulis bingung. Hee..)
Seperti sebuah puisi indah yang pernah dilantunkan
Anna Althafunissa dalam film Ketika Cinta Bertasbih berikut:
“Sekalipun
cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.Namun jika cinta kudatangi
aku jadi malu pada keteranganku sendiri.Meskipun lidahku telah mampu menguraikan
dengan terang.Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang. Sementara pena
begitu tergesa-gesa menuliskannya. Kata-kata pecah berkeping-keping begitu
sampai kepada cinta.Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya,
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur.Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
dalam percintaan.”
MasyaAllah, indah yang puisinya.
Sudah lebih jelas kan yang dimaksud dengan Cinta
itu takkan terurai hanya dengan kata? Jika belum… Coba dibaca dulu deh tulisan
ini sampai selesai dengan khusu’J.
Mudah2annanti bisa lebih jelas.
Sekarang agar lebih jelas, coba perhatikan mereka yang tengah diserbu dengan gelombang asmara. Kita dapati mereka menjadi begitu aneh alias tak wajar, tiba-tiba merombak total penampilannya
yang ambruadul menjadi sangat terpelajar, pun dengan gaya belajar yang awalnya
urak-urakan jadi mendadak sangat disiplin. Prilakunya yang semula
menyebalkan tiba-tiba menjadi amat menentramkan. Pada waktu yang lain, ada yang
tiba-tiba menjadi kuat, tak lagi takut kegepalan, anjing
bahkan siap pasang badan untuk menjaga si dia dari preman2 di jalan.
Nah lo...
Di
sisi yang lain kita dapati orang yang sedang dilanda asmara itu akan banyak
mencari perhatian, sanggup dan rela berkorban harta, tenaga bahkan raga, ia
akan berfokus untuk menjadi pribadi baik/sholih seperti seorang yang sedang dicintainya,
bahkan ia bertekaduntuk berada ‘sedikit’ di atasnya agar bisa menjadi teladan dalam
keshalihan. Ya, karena “Sejatinya Cinta itu…” ungkap Abdullah dalam
SBA:19/08/2012 “…memiliki 3 fitur utama, yaitu menguatkan, menentramkan
dan memuliakan”.Maksudnya;Menguatkan setiap jiwa yang lemah
hingga muncul dari dalam dirinya keberanian dan kekukatan sesungguhnya.Menentramkan
setiap jiwa yang tengah galau dan gundah hati serta pikirannya. Dan Memuliakansetiap
jiwa yang hina atau biasa pada awalnya hingga ia berazam dan berjuang untuk
menjadi seperti atau lebih baik dari kualitas seseorang yang dicintainya.
Berkenanan
dengan 3 fitur cinta di atas, mari simak
penggalan kisah cinta dua orang hamba Allah yang bernama Maulana Hasanudindan AlmFahira
(mohon doanya untuk Almarhumah Fahira, semoga beliau dimaafkan setiap dosa dan
salahnya, diterima setiap amal solihnya dan ditempatkan di satu taman dari
taman-taman SurgaNya. Aamiin). Kisah cinta yang indah yang penulis dapatkan
secara ringkas (via sms) dari Kakak kandung Hasan, Syifaa Zein az-Zahra rahimahaAllah.
Hasan
ialah seorang ikhwan muda, hafizh, solih nanpenuh semangat dalam mendalami
islam sedangkan Alm Fahira ialah seorang akhwat, hafizhah,
sholihah nan anggun. Keduanya terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Ummul
Qura’ Mekkah 2012.
Hasan
menikah dengan Fariha baru beberapa waktu yang lalu.Rasanya belum genap satu tahun. Allah Yang Maha Rahman,
mempertemukan kedua hamba-Nya yang solih ini dengan cara yang unik. Yaitu lewat
kejadian “Tidak sengaja tertukar sandal di Masjid”.Hmm..J
Nah,
lewat tertukarnya sandal inilah awal dimana kemudian mereka bisa mengenal satu
sama lain secara umum. Setelah itu dengan perkenalan yang singkat itu, Hasan
lalu mengenal Fariha sebagai sosok akhwat yang anggun dengan aura kesolihahan
yang mempesona jiwa, pun demikian sebaliknya. Hingga tak lama berselang, mereka
pun akhirnya melakukan proses ta’aruf syar’i, didampingi oleh keluarga
masing-masing. Sampai kemudian akhirnya melangsungkan pernikahan dalam suasana penuh
khidmat dengan jarak waktu yang singkat dari proses ta’arufnya tadi.Alhamdulillah,
demikianlah kedua ikhwah ini memilih jalan cintanya.Tak berlama-lama dan tak menunda-nunda
kebaikan.Karenanya,sama sekali tak ada istilah pacaran dalam kamusnya, apalagi
berdua-duaan seperti yang lumrah terjadi dewasa ini.
Hari
Ahad lalu, 07/10/2012, tepat pukul 08.55 WIB.Saat mentari bersinar terang dari
ufuk timur, diselimuti udara yang sejuk dan menyegarkan raga.Saat sayatenggalamdalam
asyiknya amanah sebagai petugas layanan kepesertaan Tutorial, tiba-tiba ponsel saya
berdering singkat, pertanda sebuah sms baru saja masuk.Saya pun mengambil ‘Ayyasy’
(laqob ponsel Nokia E63 saya) itu, lalu langsung saja saya open new messagenya.
Dan… SubhnaAllah.Kaget bercampur pilu ketika membaca isi pesannya.“Innalillahi,
pantas saja tidak nyaman hati sejak kemarin sore.Istri de Hasan meninggal dunia
tadi malam. Allah… ;-( ”.
Setelah
membaca sms tersebut, bergegas saya mereplysms nya, Innalillahi wa inna
ilaihi raaji’uun..“Turut berduka sedalam-dalamnya.Semoga Alm Zaujah De Hasan
dimaafkan setiap dosa dan kesalahannya. Diterima setiap amal solihnya dan
ditempatkan pada salah satu taman diantara taman-taman Surga-Nya. Semoga Allah
anugerahkan keikhlasan dan kebesaran jiwa seluas langit dan selapang bumi untuk
De Hasan, dan seluruh keluarga disana.
Ya Allah, Ujiibud dua’anaa, Yaa Kariim.”Setelah pesan ini terkirim, tak ada
sms balasan lagi yang saya terima hingga beberapa waktu lamanya.
Baru
setelah hampir 10 jam berlalu, masuk sebuah pesan singkat dari Syifaa.
Sebuah pesan yang berisikan ‘rahasia’tentang riwayat pernikahan Adiknya
tercinta, Hasan.“Ketika proses Ta’aruf” Tutur Az-Zahra dalam smstersebut “Ana
tanyakan kepada De Hasan, apakah ia akan tetap melanjutkan jalinan cintanyasampai
tahap pernikahan?Mengingat ‘Aisyah (nama ganti Alm Fahira) yang tengah diuji ‘sakit’
oleh Allah”.Dan Hasan pun menjawab dengan penuh mantab: “Ana
tetap ingin menikahinya, tidak hanya karena keshalihannya, tetapi juga karena ingin membersamainya di sisa usianya
ini.”.
SubhnaAllah,
jawaban yang lugas! Jawaban Ust Hasan ini saya kira adalah jawaban seorang yang
shalih, tawudhu dan memiliki kematangan diri.InsyaAllah.Ya betapa tidak? Beliau
tetap ajeg untuk menikahi seorang akhwat yang ia ketahui bahwa akhwat
tersebut tengah diuji ‘sakit’ oleh Allah yang sewaktu-waktu sakit itu bisa
menjadi wasilah perpisahan mereka. Tidak banyak orang yang berani melakukan
pilihan seperti ini.
Dan
betul, Ust Hasan akhirnya harus ikhlas, bersabar dan rela berpisahkehilangan
istri tercintanya, hanya beberapa bulan setelah pernikahan mereka. SubhnaAllah…
(Semoga Allah pertemukan kembali Hasan dan Alm Fahira kelak di SurgaNya
yang indah. Aamiin)
Penulis
merasa kagum sekaligus ‘iri’ dengan Ust Hasan yang sedemikian kokoh membangun
cinta dihatinya dalam balutan kesholihan diri. Rasanya, kisah Ust Hasan ini tak
kalah dengan kisah cintayang biasa kita tontondalam film2 itu. Bahkan
hemat penulis Ust Hasan dengan kisahnya ini, menggambarkan salah satu model ikhwan
sejati yang mampu mencintai akhwat karena pesona agama dan keshalihahan
akhlaknya semata-mata.Bukan sekedar cinta karena pesona dan kesehatan fisik, pun
bukan karena berlimpahnya harta, atau tingginya jabatan sertamelimpahnya
prestasi semata.
Ya,
hal ini dikarenakanUst Hasan paham betul dengan nasihat yang dipesankan Rasulullah
SAWkepada seluruh umatnya:
تُنْكَحُ
الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا
فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"Wanita
itu…” demikian Rasulullah bersabda“…dinikahi karena empat hal, karena hartanya,
karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya.Maka pilihlah
karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung."HR
Bukhari: 4700
SubhanaAllah, dari 4 kriteria akwhat
(wanita muslimah) yang disampaikanRasulullah. Beliau menegaskan “Maka
pilihlah (utamakanlah akhwat/ikhwan untuk dinikahi)karena
agamanya,maksudnya ialah yang kuat imannya, bagus ilmu agamanya serta mulia
akhlaknya, makaniscaya kamu akan beruntung”, artinya kita tidak akanpernah
kecewa serta merana di dunia dan akhirat, InsyaAllah. Ya, karena hidup yang
dibersamaioleh pasangan yang solih/ah, maka keluarga yang dibangun tentu akan
berlandaskan pada sepenuhnya kecintaan dan kataqwaan kepada Allah. Dan bagi
mereka yang cinta serta bertaqwa, tentu Allah anugerahkan kemudahan, kekuatan,
kedamaian bahkan kemuliaan menjadi suatu yang niscaya mereka
dapatkan(At-Thalaq:2-3).Allahu ‘lam.
So, Ikhwati fillah... Bangunlah cintamu bersama pendamping hidup yang
solih/ah dengan upaya mengokohkan keimanan dan meningkatkan ketaatan diri
kepada Allah. Lalu perhatikan semegah apa bangunan dan menara cintamu itu?J
Semoga Allah mengaruniakan untuk kita
pendamping hidup yang solih/solihah, dengan keturunan yang solih/ah pula, yang berbahagia
di dunia dan bersama kembali di surga-Nya. Aamiin
Dan
Akhirnya…Cinta… Takkan Terurai Hanya Dengan Kata. Percayalah!






0 komentar:
Posting Komentar