Selasa, 30 Oktober 2012

Cinta itu Takkan Terurai Hanya Dengan Kata!

CINTA TAK TERURAI HANYA DENGAN KATA!
By: Muhammad Abdullah


سبحان الله و الحمد لله ولا إله إلاّ الله و الله أكبر...

Dibawah langit Geger Arum dengan semilir angin pagi yang menyegarkan jiwa.

        Satu di antara jutaan tanda kebesaran Allah yang tak terhingga di alam semesta ini ialah anugerah “Cinta-Nya” kepada mahluk-Nya di dunia ini.Disematkan-Nya “cinta” itu dalam fitrah setiap mahluk-Nya agar mereka hidup dalam keharmonisan, saling pengertian,pengorbanan dan saling berkasih sayang.
            Hal ini disiratkan dalam sebuah hadis Rasulullahyang diriwayatkan oleh dua Imam pesohor hadis shahih berikut;
أنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ تَتَرَاحَمُ الْخَلَائِقُ حَتَّى تَرْفَعَ الدَّابَّةُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ
Dari sahabat Rasulullah, Abu Hurairah RA,
"Allah Ta'ala…”demikian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda“…Menjadikan rasakasih sayang itu 100 bagian.99 bagiannya disimpan disisi-Nya (dan diberikan kelak di Surga), sedangkan 1 bagiannya Allah turunkan ke muka bumi.Dengan 1 bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang antar sesamanya, sehingga seekor hewan mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya."(HR Bukhari 5541-Muslim 4942).

            SubhnaAllah, berita valid (shahih) di atas sungguh mengagumkan.Sekaligus menjadi motivasi besar bagi kita, agar senantiasa optimis pada rahmat dan kasih sayang Allah.Tak boleh kecewa, merana apalagi putus asa dari rahmat-Nya. Karena mereka yang berputus asa dari rahmat Allah amat merugi bahkan dijudge sebagai orang yang kafir (Yusuf: 87). Na’udzubillah.

            Ya, sungguh Menakjubkan! Ternyata kasih sayang-Nya amat luas dan banyak, berjumlah 100 (bahkan pasti lebih; 100 ini hanya angka agar manusia bisa mendapatkan gambaran keagungan-Nya).Dari  100 ini, 99 bagiannya Allah tabungkan di akhirat untuk setiap hamba-Nya yang istiqomah dalam kesolihan. Dan sisanya yang 1 bagian, ditebarkan-Nyasebagai modal cinta mahluk-Nyadi muka ini.
            Coba bayangkan, jika dengan 1 bagian dari cinta-Nya saja, rasanya sudah sangat indah dan amat luas cakupannya.Meliputiseluruh hewan, tumbuhan dan manusia.Maka bagaimana dengan keindahan kasih sayang-Nya yang 99 bagian lagi???(Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba2-Mu yang Mendapatkan 99 bagian itu kelak di Surga-Mu. Aamiin.)

         Its amazing! Meskipun hanya 1 bagian ‘jatah’ Cinta yang disemaikan Allah di hati mahluk-Nya di muka bumi ini, kita dapati fakta mencengangkan yang tak bisa ditepis, bahwa pembahasan, diskusi dan kajian tentang Cinta yang telah dilakukan manusia tak pernah ada habisnya, tak pernah gersanguntuk diperbincangkan dan sama sekali tak pernah sepi dari peminat. Ya tengok saja, sudah berapa banyak kejadian, peristiwa, tulisan mulai dari puisi, syair, cerpen, artikel, essay, jurnal, buku, novel, kajian2 ilmiah, bahkan talkshow, seminar, dan training-training yang membahas dan berusaha menguraikan tentang makna “Cinta” ???. Mulai dari penulis amatiran, pemula, hingga yang ternama, berlomba-lomba untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan uraian terbaiknya tentang ‘Cinta’.

            But…., until now Uraian ttg Cinta itu, tak pernah ada habisnya dan tak pernah ada ujungnya… SubhnaAllah sekali ya.

            Nah, barangkali judul tulisan yang digagas oleh penulis di atas merupakan salah satu kata kunci ketiadaan ujung dari pembahasan tentang ‘Cinta’ ini. Yaitu,“Sejatinya, Cinta Itu Takkan Terurai Hanya Dengan Kata”. Why???Ya, karena cinta adalah anugerah Allah yang teramat indahnan luas. Maka keindahan dan keluasannya tak mungkin terungkap sekedar hanya dengan kata-kata baik verbal maupun non verbal language.Tapi mestilah disokongdengan sepenuh jiwa raga dan tindakan nyata. Barulah cinta akan terasa dan terurai dengan sempurna.Hmm, bahasanya rumit Mas..(Jadi bingung ya???Wong aku juga yang nulis bingung. Hee..)
Seperti sebuah puisi indah yang pernah dilantunkan Anna Althafunissa dalam film Ketika Cinta Bertasbih berikut:

“Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya. Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta.Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya, bagaikan keledai terbaring dalam lumpur.Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dalam percintaan.”

MasyaAllah, indah yang puisinya.
Sudah lebih jelas kan yang dimaksud dengan Cinta itu takkan terurai hanya dengan kata? Jika belum… Coba dibaca dulu deh tulisan ini sampai selesai dengan khusu’J. Mudah2annanti bisa lebih jelas.
            Sekarang agar lebih jelas, coba perhatikan mereka yang tengah diserbu dengan gelombang asmara. Kita dapati mereka menjadi begitu aneh alias tak wajar, tiba-tiba merombak total penampilannya yang ambruadul menjadi sangat terpelajar, pun dengan gaya belajar yang awalnya urak-urakan jadi mendadak sangat disiplin. Prilakunya yang semula menyebalkan tiba-tiba menjadi amat menentramkan. Pada waktu yang lain, ada yang tiba-tiba menjadi kuat, tak lagi takut kegepalan, anjing bahkan siap pasang badan untuk menjaga si dia dari preman2 di jalan. Nah lo...

            Di sisi yang lain kita dapati orang yang sedang dilanda asmara itu akan banyak mencari perhatian, sanggup dan rela berkorban harta, tenaga bahkan raga, ia akan berfokus untuk menjadi pribadi baik/sholih seperti seorang yang sedang dicintainya, bahkan ia bertekaduntuk berada ‘sedikit’ di atasnya agar bisa menjadi teladan dalam keshalihan. Ya, karena “Sejatinya Cinta itu…” ungkap Abdullah dalam SBA:19/08/2012 “…memiliki 3 fitur utama, yaitu menguatkan, menentramkan dan memuliakan”.Maksudnya;Menguatkan setiap jiwa yang lemah hingga muncul dari dalam dirinya keberanian dan kekukatan sesungguhnya.Menentramkan setiap jiwa yang tengah galau dan gundah hati serta pikirannya. Dan Memuliakansetiap jiwa yang hina atau biasa pada awalnya hingga ia berazam dan berjuang untuk menjadi seperti atau lebih baik dari kualitas seseorang yang dicintainya.

            Berkenanan dengan  3 fitur cinta di atas, mari simak penggalan kisah cinta dua orang hamba Allah yang bernama Maulana Hasanudindan AlmFahira (mohon doanya untuk Almarhumah Fahira, semoga beliau dimaafkan setiap dosa dan salahnya, diterima setiap amal solihnya dan ditempatkan di satu taman dari taman-taman SurgaNya. Aamiin). Kisah cinta yang indah yang penulis dapatkan secara ringkas (via sms) dari Kakak kandung Hasan, Syifaa Zein az-Zahra  rahimahaAllah.

            Hasan ialah seorang ikhwan muda, hafizh, solih nanpenuh semangat dalam mendalami islam sedangkan Alm Fahira ialah seorang akhwat, hafizhah, sholihah nan anggun. Keduanya terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Ummul Qura’ Mekkah 2012.
            Hasan menikah dengan Fariha baru beberapa waktu yang lalu.Rasanya belum genap satu tahun. Allah Yang Maha Rahman, mempertemukan kedua hamba-Nya yang solih ini dengan cara yang unik. Yaitu lewat kejadian “Tidak sengaja tertukar sandal di Masjid”.Hmm..J
            Nah, lewat tertukarnya sandal inilah awal dimana kemudian mereka bisa mengenal satu sama lain secara umum. Setelah itu dengan perkenalan yang singkat itu, Hasan lalu mengenal Fariha sebagai sosok akhwat yang anggun dengan aura kesolihahan yang mempesona jiwa, pun demikian sebaliknya. Hingga tak lama berselang, mereka pun akhirnya melakukan proses ta’aruf syar’i, didampingi oleh keluarga masing-masing. Sampai kemudian akhirnya melangsungkan pernikahan dalam suasana penuh khidmat dengan jarak waktu yang singkat dari proses ta’arufnya tadi.Alhamdulillah, demikianlah kedua ikhwah ini memilih jalan cintanya.Tak berlama-lama dan tak menunda-nunda kebaikan.Karenanya,sama sekali tak ada istilah pacaran dalam kamusnya, apalagi berdua-duaan seperti yang lumrah terjadi dewasa ini.

            Hari Ahad lalu, 07/10/2012, tepat pukul 08.55 WIB.Saat mentari bersinar terang dari ufuk timur, diselimuti udara yang sejuk dan menyegarkan raga.Saat sayatenggalamdalam asyiknya amanah sebagai petugas layanan kepesertaan Tutorial, tiba-tiba ponsel saya berdering singkat, pertanda sebuah sms baru saja masuk.Saya pun mengambil ‘Ayyasy’ (laqob ponsel Nokia E63 saya) itu, lalu langsung saja saya open new messagenya. Dan… SubhnaAllah.Kaget bercampur pilu ketika membaca isi pesannya.“Innalillahi, pantas saja tidak nyaman hati sejak kemarin sore.Istri de Hasan meninggal dunia tadi malam.  Allah…  ;-( ”.
            Setelah membaca sms tersebut, bergegas saya mereplysms nya, Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun..“Turut berduka sedalam-dalamnya.Semoga Alm Zaujah De Hasan dimaafkan setiap dosa dan kesalahannya. Diterima setiap amal solihnya dan ditempatkan pada salah satu taman diantara taman-taman Surga-Nya. Semoga Allah anugerahkan keikhlasan dan kebesaran jiwa seluas langit dan selapang bumi untuk De Hasan, dan seluruh keluarga  disana. Ya Allah, Ujiibud dua’anaa, Yaa Kariim.”Setelah pesan ini terkirim, tak ada sms balasan lagi yang saya terima hingga beberapa waktu lamanya.
            Baru setelah hampir 10 jam berlalu, masuk sebuah pesan singkat dari Syifaa. Sebuah pesan yang berisikan ‘rahasia’tentang riwayat pernikahan Adiknya tercinta, Hasan.“Ketika proses Ta’aruf” Tutur Az-Zahra dalam smstersebut “Ana tanyakan kepada De Hasan, apakah ia akan tetap melanjutkan jalinan cintanyasampai tahap pernikahan?Mengingat ‘Aisyah (nama ganti Alm Fahira) yang tengah diuji ‘sakit’ oleh Allah”.Dan Hasan pun menjawab dengan penuh mantab: “Ana tetap ingin menikahinya, tidak hanya karena keshalihannya, tetapi  juga karena ingin membersamainya di sisa usianya ini.”

            SubhnaAllah, jawaban yang lugas! Jawaban Ust Hasan ini saya kira adalah jawaban seorang yang shalih, tawudhu dan memiliki kematangan diri.InsyaAllah.Ya betapa tidak? Beliau tetap ajeg untuk menikahi seorang akhwat yang ia ketahui bahwa akhwat tersebut tengah diuji ‘sakit’ oleh Allah yang sewaktu-waktu sakit itu bisa menjadi wasilah perpisahan mereka. Tidak banyak orang yang berani melakukan pilihan seperti ini.
            Dan betul, Ust Hasan akhirnya harus ikhlas, bersabar dan rela berpisahkehilangan istri tercintanya, hanya beberapa bulan setelah pernikahan mereka. SubhnaAllah… (Semoga Allah pertemukan kembali Hasan dan Alm Fahira kelak di SurgaNya yang indah. Aamiin)
            Penulis merasa kagum sekaligus ‘iri’ dengan Ust Hasan yang sedemikian kokoh membangun cinta dihatinya dalam balutan kesholihan diri. Rasanya, kisah Ust Hasan ini tak kalah dengan kisah cintayang biasa kita tontondalam film2 itu. Bahkan hemat penulis Ust Hasan dengan kisahnya ini, menggambarkan salah satu model ikhwan sejati yang mampu mencintai akhwat karena pesona agama dan keshalihahan akhlaknya semata-mata.Bukan sekedar cinta karena pesona dan kesehatan fisik, pun bukan karena berlimpahnya harta, atau tingginya jabatan sertamelimpahnya prestasi semata.
            Ya, hal ini dikarenakanUst Hasan paham betul dengan nasihat yang dipesankan Rasulullah SAWkepada seluruh umatnya:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"Wanita itu…” demikian Rasulullah bersabda“…dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya.Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung."HR Bukhari: 4700
               
            SubhanaAllah, dari 4 kriteria akwhat (wanita muslimah) yang disampaikanRasulullah. Beliau menegaskan “Maka pilihlah (utamakanlah akhwat/ikhwan untuk dinikahi)karena agamanya,maksudnya ialah yang kuat imannya, bagus ilmu agamanya serta mulia akhlaknya, makaniscaya kamu akan beruntung”, artinya kita tidak akanpernah kecewa serta merana di dunia dan akhirat, InsyaAllah. Ya, karena hidup yang dibersamaioleh pasangan yang solih/ah, maka keluarga yang dibangun tentu akan berlandaskan pada sepenuhnya kecintaan dan kataqwaan kepada Allah. Dan bagi mereka yang cinta serta bertaqwa, tentu Allah anugerahkan kemudahan, kekuatan, kedamaian bahkan kemuliaan menjadi suatu yang niscaya mereka dapatkan(At-Thalaq:2-3).Allahu ‘lam.
            So, Ikhwati fillah...  Bangunlah cintamu bersama pendamping hidup yang solih/ah dengan upaya mengokohkan keimanan dan meningkatkan ketaatan diri kepada Allah. Lalu perhatikan semegah apa bangunan dan menara cintamu itu?J
            Semoga Allah mengaruniakan untuk kita pendamping hidup yang solih/solihah, dengan keturunan yang solih/ah pula, yang berbahagia di dunia dan bersama kembali di surga-Nya. Aamiin

            Dan Akhirnya…Cinta… Takkan Terurai Hanya Dengan Kata. Percayalah!
 

0 komentar:

Posting Komentar